Kamis, 07 Agustus 2014

Kuliner Lokal Berkelas Global

Rendang tidak terbantahkan merupakan masakan yang cocok untuk semua lidah orang, khususnya di Indonesia yang masyarakatnya sangat menggemari masakan pedas dan beraroma kuat. Apalagi belum lama ini salah satu stasiun tv tersohor dunia CNN menobatkan masakan satu ini sebagai salah satu makanan terlezat di dunia yang menduduki posisi terbaik dalam World’s 50 Delicious Food versi CNN internasional. 

Rendang dengan bahan daging sapi selain cita rasanya yang enak, untuk segi kesehatannya mengandung protein dan energi yang tinggi. Akan tetapi konsumsi yang berlebihan dapat menimbulkan kolesterol apalagi untuk mereka yang jarang berolahraga. Oleh sebab itu, ada baiknya jika setelah mengkonsumsi rendang, Anda menkonsumsi makanan yang menurunkan kadar kolesterol, seperti tomat, anggur, alpukat, dan susu kedelai. 


Rendang termasuk jenis masakan yang bisa tahan lama asal proses pengolahannya tepat. Yang membuat rendang tahan lama dan awet ialah kelapa asli yang digunakan. Kelapa asli tentu tanpa bahan pengawet. 

Kelapa yang diparut menjadikan rendang tahan lama dan aroma tetap kuat. Selain menjadikan rendang, kelapa juga membuat aroma yang dikeluarkan daging sangat khas dan menjadikannya gurih. Daging sapi yang empuk dan bumbu rempah-rempah yang menyerap bisa memanjakan lidah Anda. 

Bisa dikatakan rendang masuk dalam kasta tertinggi khazanah kuliner asal Sumatera Barat. Perpaduan santan yang gurih dan racikan rempah beraroma kuat yang menggoda setiap orang untuk mencobanya. Mungkin tidak banyak masyarakat awam yang tahu, di daerah asalnya sendiri rendang memiliki banyak varian. 

Rendang dapat ditemukan di Rumah Makan Padang di seluruh dunia. Masakan ini populer di kalangan masyarakat Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand. Di daerah asalnya, Minangkabau, rendang disajikan dalam berbagai upacara adat dan perhelatan istimewa. Meskipun rendang merupakan masakan tradisional Minangkabau secara umum, masing-masing daerah di Minangkabau memiliki teknik memasak dan penggunaan bumbu yang berbeda. 

Asal-usul rendang ditelusuri berasal dari Sumatera, khususnya Minangkabau. Bagi masyarakat Minang, rendang sudah ada sejak dahulu dan telah menjadi masakan tradisi yang dihidangkan dalam berbagai acara adat dan hidangan keseharian. 

Sebagai masakan tradisi, rendang diduga telah lahir sejak orang Minang menggelar acara adat pertamanya. Kemudian seni memasak ini berkembang ke kawasan serantau berbudaya Melayu lainnya; mulai dari Mandailing, Riau, Jambi, hingga ke negeri seberang di Negeri Sembilan yang banyak dihuni perantau asal Minangkabau. Karena itulah rendang dikenal luas baik di Sumatera dan Semenanjung Malaya. 

Semakin lama rendang dimasak maka rasanya akan semakin lezat. Apabila rendang yang dimasak hari ini dan tidak habis maka tidak perlu dikhawatirkan akan menjadi basi. Cukup dipanaskan dalam wajan dengan api kecil saja tanpa menambahkan bumbu kembali, kelezatan rendang akan tetap terjaga. Semakin sering rendang dipanaskan maka rasa rendang akan semakin lezat dan warna bumbunya akan semakin tua menjadi coklat tua dan dapat mendekati hitam. 

Pada awalnya rendang dibuat karena masyarakat Padang membutuhkan makanan untuk dibawa-bawa lebih dari 2 bulan. Seperti diketahui, masyarakat Padang gemar merantau, termasuk untuk bekal naik haji, apalagi perjalanan menuju Mekkah zaman dahulu bisa berbulan-bulan menggunakan kapal laut. Makanya diawetkan dengan cara dikeringkan. Rendang, bila dimasak dengan benar sampai kering, bisa tahan 1-3 bulan di udara terbuka. 

Akhir kata, sebagai warga negara Indonesia harus bangga dengan ditempatkannya rendang (makanan asli indonesia) sebagai juara dari "50 makanan terenak di dunia". (*jnw/dari berbagai sumber)